Kimia Biologi

Maret 19, 2007

Nature Is Not Always Green

Diarsipkan di bawah: Buat sang Alchemy — ambara @ 1:08 am

Banyak orang yang mencurigai bahwa senyawa sintetik itu berbahaya, dan berfikir bahwa segala yang bersifat alami itu adalah aman.
Karenanya para Professor sering mengingatkan mahasiswanya bahwa konsep diatas merupakan suatu konsep yang salah dan perlu diluruskan.

Industri kimia memang banyak berurusan dengan masalah toksisitas, tetapi bukan berarti alam sama sekali tidak berhubungan dengan masalah toksisitas. Bahkan sebenarnya, dari senyawa alami yang diproduksi oleh alam, banyak diantaranya yang bersifat toksik (seperti senyawa alkaloid yang dapat ditemukan pada tanaman).
Banyak kasus yang dapat dijadikan contoh untuk menunjukkan bahwa suatu tanaman mengandung senyawa toksik. Sebagai contoh: Green Potatoes, Jamur yang bersifat racun, dsb.
Apakah anda mengetahui, ibu dari Abraham Lincoln meninggal karena meminum susu dari sapi yang secara kebetulan memakan tanaman snakeroot (tanaman yang mengandung senyawa untuk mengobati bisa ular).

Jika di benak anda muncul pertanyaan “kenapa tanaman dapat memiliki senyawa yang bersifat racun?”
Jawabannya adalah: karena itulah satu-satunya sistem pertahanan diri tanaman tersebut untuk melawan fungi, insect, dan perusak-perusak lainnya. Itulah sebabnya tumbuhan dapat juga memproduksi senjata kimia, yang dapat kita sebut “pestisida alami”, yang berfungsi sebagai alat pertahanan diri tumbuhan tersebut.
Sudah banyak senyawa-senyawa tersebut yang telah diketahui. Senyawa-senyawa tersebut ada yang diproduksi secara rutin oleh tumbuhan, dan ada juga yang diproduksi hanya ketika respon sistem immune distimulasi untuk pertahanan diri.

Konsentrasi dari senyawa pestisida alami ini sangat bervariasi (dalam satuan ppm).
Kemudian timbul pertanyaan: “Kenapa manusia masih bisa bertahan walaupun menkonsumsi berbagai jenis tanaman / tumbuhan?”
Salah satu alasan yang bisa diberikan adalah karena bagi manusia, tingkat masuknya senyawa-senyawa tersebut ke dalam tubuh kita masih dapat dikatakan rendah. Dan yang terpenting, kita juga memiliki sistem pertahanan tubuh (baca halaman immunology) untuk melawan senyawa-senyawa tersebut. Lapisan pertahanan pertama tubuh kita yaitu kulit, lapisan permukaan dari alat pernafasan dan lapisan permukaan dari alat pencernaan akan selalu menjalankan tugasnya mencegah masuknya benda asing ke dalam tubuh / sel. Ditambah lagi, sistem tubuh kita memiliki mekanisme untuk menetralisasi senyawa toksik yang masuk. Bahkan DNA dalam tubuh kita juga memiliki banyak sekali cara / mekanisme untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang terjadi. Dan terakhir, indra penciuman dan indra perasa kita juga sangat membantu untuk memberikan peringatan tentang makanan yang tidak layak untuk dimakan (seperti rasa pahit dari alkaloid, susu yang sudah basi, dsb).

Pada akhirnya, kita tahu supaya menjaga apa yang harus kita konsumsi.
Dan yang terpenting, sekarang kita tambah yakin, mengapa Rasulullah SAW selalu mengingatkan untuk: “Berhentilah sebelum kenyang”. Yang berarti jangan makan secara berlebihan… :) .

Belum Ada Tanggapan »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.